Eco-Driving-Rally-Poster

ERCI kembali ukir kemenangan di ajang EcoDriving FunRally KLHK 2017

agus shabab Berita Leave a Comment

Jakarta. Minggu, 4 Juni 2017 bertempat di Hall A JCC, Ertiga Club Indonesia (ERCI) kembali mengukir “hattrick” juara EcoDriving FunRally Kementerian Lingkungan Hidup 2017. Kemenangan ketiga kali ini melengkapi 2 kemenangan sebelumnya yang telah diraih secara berturut turut dari tahun 2015.

EcoDriving Fun Rally (EDFR) 2017 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ecodriving Rally ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar paham tentang teori dan praktek ecodriving di kegiatan sehari-hari.

“Jumlah peserta EDFR 2017 mencapai 60 peserta dan 4 kelas pembagian berdasarkan Type dan cc kendaraan. Bila dibandingkan dengan pelaksanaan EDFR 2016, terlihat adanya kenaikan sebanyak 20 peserta” ujar Resha Darojat, panitia EDFR 2017. Lebih lanjut Resha menyatakan bahwa pemahaman masyarakat akan manfaat ecodriving cukup baik. Ini terbukti dari kenaikan jumlah peserta yang hampir dua kali lipat dibanding EDFR tahun 2016.

IMG-20170604-WA0049-01

Dalam ajang EcoDriving 2017 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), klub komunitas mobil Suzuki Ertiga yakni Ertiga Club Indonesia (ERCI) kembali meraih predikat sebagai mobil dengan konsumsi bahan bakar teririt di kelas 1.250cc – 1.500cc. Penghargaan serupa juga didapatkan ERCI pada tahun lalu di ajang yang sama, dan tahun ini adalah juara ke 3 kalinya buat ERCI mempertahankan mobil ERTIGA sebagai mobil teririt di kelasnya‬

FB_IMG_1496587112346-01

Dalam ajang ini, ‪Suzuki Ertiga berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar 46,03 km per liter dengan driver Sandra Wewengkang dan Co Driver Irfan Nizam dari chapter Jakarta, yang merupakan pencapaian terbaik dari seluruh peserta di ajang ‘EcoDriving FunRally KLHK 2017’.

IMG-20170604-WA0106-01

Dan juga rekan kita ERCI  lainnya mencoba keberuntungannya di ajang ini dan beliau tampil sebagai juara ke 2 , Selamat buat om Ignatius Wahyudiyono yang juga merebut juara ke 2 dengan mencatatkan konsumsi bahan bakar 44,49 km per liter dengan sponsor dunlopnya

IMG-20170604-WA0058-01

Sedangkan ERCI sendiri menurunkan 7 team

  1. 1 KR Chapter Bekasi BBM Bensin Manual
  2. 1 KR Chapter Depok BBM Bensin Matic
  3. 1 KR Chapter Jakarta BBM Bensin Manual
  4. 1 KR Chapter Jakarta BBM Solar Manual
  5. 1 KR Chapter Purwakarta BBM Bensin Manual
  6. 1 KR Chapter Karawang BBM Bensin Manual
  7. 1 KR Chapter Depok Syuting film dokumenter Eco driving pengendara cewek

IMG-20170604-WA0054-01

 

Berikut daftar pemenangnya:

1. Kategori Mobil Bensin 1.400 cc
– Roy Rurang dari WRI pakai mobil Karimun dengan hasil 29,14 kpl
– Agus Tumoko dari KCI-Depok pakai mobil Karimun dengan hasil 27,93 kpl
– Alim Nur Hakim dari KTCI pakai mobil Calya dengan hasil 26,53 kpl

2. Kategori Mobil Bensin 1.400-1.800 cc
Sandra Asenati dari ERCI pakai mobil Ertiga dengan hasil 46,03 kpl
Ignatius dari Dunlop Club pakai mobil Ertiga dengan hasil 44,49 kpl
– Mochammad Subandar dari Nisan Livina pakai mobil Grand Livina dengan hasil 39,97 kpl

3. Kategori Mobil Bensin > 1.800 cc
– Eka Jatmika Arifin dari PPUKLHK pakai mobil CRV dengan hasil 21,65 kpl
– Selly Sofianti dari Tucson pakai mobil Tucson dengan hasil 13,13 kpl

4. Kategori Mobil Solar Semua cc
– Anton Iriawan dari Panther Mania pakai mobil Panther dengan hasil 30,28 kpl
– Endro Dwi P dari Panther Mania pakai mobil Panther Touring dengan hasil 21.49 kpl
– Totok Soegantro dari Panther Mania pakai mobil Panther dengan hasil 19,01 kpl


Nah sekarang waktunya kita berbagi apa itu EcoDriving

10 Panduan Ecodriving

srfghj

Berikut Tehnik dalam Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Berkendara ada sembilan teknik mengemudi eco driving yang benar.

Berikut uraiannya:

1.Menyalakan mesin

Saat ini semua kendaraan sudah mengunakan teknologi injeksi, jadi untuk memanaskan mesin tidak perlu lama, sekira 30 detik sampai 1 menit saja

2. Berakselerasi

Kalau mau menambah percepatan, lebih baik injak pedal gas secara berlahan-lahan

3. Memindahkan gigi (transmisi)

Khusus untuk mesin bensin antara 2.000 dan 3.000 RPM sudah bisa pindah transmisi, namun bagi mesin diesel sekira 1.000 dan 2.000 sudah bisa pindah transmisi

4. Pengereman

Ada baiknya jika ingin mengerem dilakukan dengan halus, jangan mendadak menginjak pedal rem

5. Menjaga kecepatan

Perhatian kondisi lalu lintas sekitar. Sebagai contoh dalam kondisi jalan lancar, si pengemudi sudah bisa memacu kendaraan pada posisi gear di angka 5 dengan RPM rendah, namun bila dalam kondisi macet maka lebih baik menggunakan gear 1

6. Menentukan Jarak Aman

Dibutuhkan penglihatan yang sempurna saat mengemudi, untuk itu mata harus tetap waspada melihat objek di depan kendaraan. Sebagai contoh bila mengemudi dalam kondisi kecepatan 100 km/jam, kendaraan akan bergerak dari titik A ke B sekira 27 meter dalam waktu 1 detik. Jarak aman kendaraan di depan minimal 3 detik

7. Tikungan atau belokan

Teknik ini berkaitan dengan memanfaatkan momentum, ketika ingin berbelok manfaatkan daya dorong kendaraan yang sudah ada tidak perlu menginjak gas lagi sehingga kendaraan menjadi lambat, setelah berbelok baru kecepatan boleh di tambah

8. Tanjakan dan turunan

Untuk kondisi seperti ini, si pengemudi harus menjaga kecepatan secara konstan

9. Mematikan mesin

Sesampai di tunjuan mesin bisa langsung di matikan, untuk kendaraan bertransmisi otomatis jangan lupa pindahkan transmisi di posisi P. Khusus untuk kendaraan yang telah dilengkapi dengan turbocharger lebih baik didiamkan beberapa saat lalu matikan mesin, supaya pelumas berjalan sempurna.

Sumber : http://ecodriving.or.id/2017/05/sembilan-cara-menerapkan-teknik-eco-driving/

Dokumentasi :

FB_IMG_1496587105481-01

FB_IMG_1496587124934

FB_IMG_1496587130126

FB_IMG_1496587136674

FB_IMG_1496587146833

IMG-20170604-WA0022

IMG-20170604-WA0029

FB_IMG_1496587024774

IMG-20170604-WA0086-01

FB_IMG_1496587046812

Leave a Reply